Dari Aisyah ra. ia berkata: “Seorang penduduk desa datang pada Rasulullah lalu berkata: “Engkau mencium anak2, sungguh aku tak pernah mencium mereka”. Kemudian Nabi bersabda: “Tiada kuasa aku (menolong kamu) jika Alloh mencabut sifat belas kasih dari hatimu”. (HR. Bukhari, shohih)
Orang yang mengasihi saudaranya akan berusaha agar kehadirannya mampu mendatangkan kebaikan bagi saudaranya.
Layakkah orang yang membiarkan atau mengajarkan keburukan disebut saudara?
-oase-
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar