Jatuh hati?ah, silakan persepsikan sendiri....tapi smalem ada yang cerita soal itu, jadi ingat, banyak juga yang pernah diskusi soal begituan. Yang seru, kalau yang mengalaminya adalah orang-orang yang berprinsip "beda" dari kebanyakan orang (baca: "ikhwan" atau "akhwat", hehe..). Nah, untung masih "nyimpen" SMS yang mnurutku cukup mewakili apa yang seharusnya dilakukan...
Putriku, anggap saja suamimu kelak kini disampingmu. Dia tau apa yang kau rasa, kau pikir, dan kau lakukan dalam menyikapi lawan jenismu, siapapun itu. Sebagai istri yang baik, tentu kau akan menjaga perasaannya. Lakukan saja, apapun, seandainya kau yakin dia bisa memahaminya. Hindari, apapun, seandainya itu bisa membuatnya kecewa….
Putriku, dia pasti tau perasaan itu wajar, dan mungkin dia pun pernah mengalami hal yang sama. Namun alangkah bahagianya ia, bila istri yang dinikahinya benar-benar istimewa hatinya, untuk suaminya semata….
Nak, sikapi dengan bijak, demi kemuliaanmu dihadapan suamimu….cobalah tuk setia, meski dia belum benar-benar ada…karena Bapak yakin, kau pun senang diperlakukan seperti itu….
Nah, lain kali, klo ada yang cerita lagi, sampaikan aja seperti itu...klo yang cerita tu cowok, ya tinggal ganti kati "putriku" dengan "putraku" dan kata "Bapak" dengan "Ibu", beres dah....
Nb: G perlu nanya, "Bapak dan putrinya" itu siapa...
G perlu nanya, kenapa aq menyimpan SMS ini juga...hwehehe...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar