Jumat, 25 April 2008

Jangan asal nuduh korupsi….

Diberbagai arena nongkrong bwat rakyat kecil seperti kita, sering dengan mudahnya para member tempat tongkrongan tersebut memberi label sarang korupsi bagi berbagai instansi atau lembaga pemerintah…mulai dari wakil rakyat di Senayan, pegawai-pegawai negeri kantoran, hingga aparat desa tingkat RT pun kena semprot….

Hmmm….mereka secara sadar atau tidak sering kali men-generalisir label tersebut (nggak jarang ngomongnya pake ngotot dan mimik wajah diserius-seriusin biar keliatan lebih meyakinkan,hehehe…).

Padahal itu kan ulah oknum, banyak juga yang nggak begitu kok….(cie…mbelain…)
Dan klo maw memperhatikan lebih lanjut, korupsi terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, tapi juga karena adanya kesempatan,waspadalah!! (halah…jayus….)
Nah, kesempatan itu adalah kedudukan dan wewenang…..itu pokok masalahnya…
Mahasiswa berdemo soal korupsi? bagus itu, asal santun dan sesuai aturan….Tapi ingat, belum tentu klo kelak mahasiswa-mahasiswa itu jadi pejabat, mereka akan meneriakkan hal yang sama….bibit-bibit budaya “melanggar aturan untuk keuntungan pribadi” sudah tumbuh saat ada yang terbiasa menyontek sewaktu ujian….bibit-bibit budaya “merugikan keuangan Negara” pun sudah tumbuh saat ada diantara mereka yang sengaja nggak bayar tiket kereta api ato maen kucing-kucingan dengan kenek bus kota…

Pedagang kaki lima tanpa izin (satu kesatuan subjek nih…) bisa aja menjelek-jelekkan lembaga, instansi, atau oknum tertentu terkait dugaan (atau tuduhan) korupsi….mereka mudah mencela karena mereka tidak punya kedudukan dan wewenang yang sama dengan korban penuduhan tadi….belum tentu klo dikasi kedudukan dan wewenang yang sama mereka tidak korupsi….lha wong berjualan tanpa izin pun sebenarnya juga ada unsur korupsi, liat aja trotoar untuk pejalan kaki yang mereka pakai tuk mencari uang, itukan fasilitas umum, klo nggak bayar pajak atas izin usahanya ya sama aja korupsi kan?sama-sama merugikan Negara dan orang lain, serta menyalahi aturan demi keuntungan pribadi….

Eh,simpulannya apa?
Yup,
1. Jangan suka men-generalisir masalah, nggak semua aparat pemerintah bermental buruk seperti itu.
2. Boleh menyampaikan pendapat asal santun.
3. Jangan berlebihan dalam mengemukakan sesuatu, hal buruk sekalipun, dan jangan lupa introspeksi diri.
4. Pelajar dan mahasiswa jangan suka nyontek.
5. Pengguna angkutan umum harap menunaikan kewajibannya bayar ongkos atau tiket, daripada utangnya di tagih di akhirat.
6. Pedagang kaki lima yang belum minta izin ke aparat terkait, segera minta izin ya,jangan gunakan alasan ekonomi untuk menghalalkan segala cara. Bukankah itu juga ujian hidup yang harus disikapi dengan baik?

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Ga ada pajak atas izin usaha. Yang ada, pajak atas penghasilan usaha. Dan ga semua penghasilan dikenakan pajak.
Hehe, piss.
Keep writing!