Kamis, 20 Maret 2008

Jiwa Anshar

Saat pikiran dalam keadaan "waras",banyak hal yang bisa membuat kita prihatin....musibah, kemiskinan, ketidak adilan, nilai2 agama yang terpinggirkan....hati kecil kita sebenarnya sudah mencoba bicara, tapi kayaknya kita terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Seandainya kita diwawancara untuk acara TV ternama tentang hal tersebut (cuma seandainya...), pasti banyak hal yang akan kita ungkapkan tentang keprihatinan, harapan, dan kata-kata yang mengharu biru...Keren banget pokoknya...

Pren, ingat kisah sahabat2 Anshar?ya,mereka dengan suka cita menyambut dan mendukung perjuangan kaum Muhajirin...karena mereka yakin bahwa yang mereka bantu adalah orang2 yang membawa panji2 perbaikan.

Bentar, truz hubungannya apa??

Hehe...
Disatu sisi kita prihatin, tapi disisi lain kita merasa tak mampu dan tak ada waktu untuk melakukan sesuatu. Apakah keprihatinan kita cukup berhenti disitu?

Tak jarang kita temui pihak-pihak "muhajirin" yang meluangkan bagian hidupnya untuk aktif mencoba membantu, paling tidak mereka ingin memberi arti bagi orang2 yang selama ini sudah cukup kenyang dengan "ungkapan" keprihatinan dari orang lain seperti kita...

Truz, apa tanggapan kita? apa maw masa bodoh karena kita merasa sudah cukup sibuk dengan kehidupan kita sendiri? apa cuma maw mengungkapkan rasa salut atas perjuangan mereka? atau malah menganggap tindakan mereka tak berguna, meremehkan, bahkan mencibir dengan berbagai prasangka?

Pren, mungkin kehidupan kita tak lebih baik dari mereka, kita pun memiliki keterbatasan....tapi, apa kita tidak bisa untuk "sekadar"(kata dosen bahasa,yang bener tu sekadar,bukan sekedar,hehe..) memiliki jiwa anshar? Jiwa yang membuat muhajirin merasa nyaman atas keberadaan kita....Jiwa yang senantiasa menyambut perjuangan mereka dengan senyum dan tangan terbuka....Jiwa yang menguatkan mahajirin bahwa mereka tidak melangkah sendiri....Jiwa yang selalu perhatian dan berusaha membantu, meski dengan segala keterbatasan....

Pren,jangan terburu-buru mengatakan klo kita tak mampu dan tak ada waktu...setidaknya, kita bisa menjadi kaum Anshar bagi rekan2 Muhajirin....yah, setidaknya....daripada tidak sama sekali....

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Jiwa Anshar?boleh juga...